:)

welcome.............

semoga bermanfaat...^^


_salam sukses selalu :)

[mahasiswi STAIN ZAWIYAH COT KALA LANGSA]

Rabu, 09 April 2014

Ceritaku Lewat DreamMaker


Alhamdulillah, akhirnya saya berkesempatan memainkan jemari saya kembali dengan tema menuangkan kisah hari-hari penting bagi saya. Dan kali ini memang saya tujukan untuk mensharing apa yang saya dapatkan dikegiatan kepemudaan yang dilaksanakan oleh The Leader beberapa hari yang lalu, tepatnya pada tanggal 29-31 Maret 2014. Ini moment istimewa dalam hidup saya. Saya hadir dari Langsa bersama beberapa best person, yaitu Muammar sebagai rekan yang saya tuakan (peace mar hehe), kemudian adik-adik dari Madrasah Ulumul Qur’an, Bobby, Ari, Fadhil, Geby, Alfi, Fia, Tasya, Icha dan Ulfa.

Untuk kalimat pembuka, saya harus mengatakan, Tim The Leader luar biasa dan sukses menjalankan kegiatan ini. Hehe. Kalian bertanya-tanya kenapa saya katakan demikian ? J tenang, akan saya jabarkan.

The Leader ? Siapa mereka ?

The leader  adalah suatu LSM yang bergerak dan fokus pada pengembangan pemuda Aceh. Dengan beranggotakan 10 pemuda yang terdiri dari Bang Fathun, Bang Hijrah, Bang Syauqie, Bang Parwis, Kak Rizka, Bang Roma, Kak Mifta, Kak Tiara, Bang salwiyadi dan Kak Yuli. Kesepuluh pemuda luar biasa ini berasal dari berbagai latar belakang, minat dan profesi yang berbeda-beda namun memiliki satu tujuan besar untuk “Berbuat Sesuatu” sejak dari level komunitas hingga level global.

            The Leader ini patut menjadi inspirasi untuk para pemuda lainnya, dimana mereka benar-benar terfokus untuk kemajuan Aceh, dan mereka benar-benar menjadi wadah untuk perkembangan Aceh. The Leader sudah mampu membuktikan kesungguhan mereka, bayangkan saja, baru mwelangkahkan kaki ditahun2012 mereka berhasil masuk dalam finalis sebagai salah satu program unggulan Indonesia Millennium Development Goals (MDGs) Awards 2013 kategori Pendidikan. Padahal Lebih dari 400 program organisasi pemuda dari seluruh Indonesia yang mendaftar sebagai Indonesia MDGs Awards 2013 kategori Pendidikan. Dan satu kebanggaan bagi Aceh karena Program Dream Maker milik The Leader terpilih sebagai salah satu Program Unggulan Indonesia MDGs Awards 2013. Luar biasa bukan ?
Kalau mereka sudah melangkah dengan pasti, sekarang, dimana langkah kita ?

Dari 109 pendaftar, maka tim penyeleksi benar-benar menyeleksi sehingga terpilihlah 50 peserta. Nah, apa saja kegiatannya ?

Sesi Kegiatan
Tidak ada satupun agenda dalam acara ini yang tidak menarik. Saya justru ingin setiap sesi itu lebih lama berjalan waktunya. Hehe.
·      Pada pembukaan, banyak kata-kata penting yang saya petik. Seperti “ segala yang dilakukan berulang-ulang maka artinya akan menjadi ‘biasa’, menjadi tidak bermakna lagi”. Seperti PR (pekerjaan rumah), jika kita mendapatkan pr, dan setiap hari yang dibicarakn pr, maka suatu ketika pr itu menjadi tak bermakna, kita akan menjalaninya hanya sebatas mengerjakan, dan bisa jadi menjadi kebiasaan yang tak perlu menjadi beban lagi. Kemudian, ungkapan ‘aku cinta kamu’, jika terlalu sering diucapkan, maka makna dari cinta itu sendiri menjadi biasa. Dari dua contoh diatas, ambillah sisi positifnya, biasakanlah sesuatu yang berm ‘anfaat, maka itu akan menjadi kebiasaan dan menjadi biasa ketika kita kerjakan.

·      Pemuda. Bisakah anda menafsirkan kata pemuda ? betapa beruntungnya kita yang menjalani masa muda ini, dan menydari bahwa kitalah pemuda. Why ? bayangkan, kita mendapatkannya tanpa harus membeli, dan ini hanya kita rasakan pada kesempatan tertentu. Tak semua orang menyadari bahwa dirinya pemuda. Dan kita ? sadarkah kita sekarang ?
Pemuda, tak perlu bayar untuk mendapatkannya, kita mendapatkannya.. secara gratis, wahai anak muda.. “beri aku 10 pemuda !” coba anda tafsirkan makna dari kata bold diatas.

1.     1.  River of Life

River of life merupakan sebuah metode visual yang digunakan untuk membantu peserta menceritakan kondisi masa lalu, masa sekarang dan mimpi dimasa yang akan datang.
Setelah menggambarkan kehidupan kita dalam ilusi gambar, kemudian kita menceritakan makna dari gambar tersebut. Maka disini ada dua pembelajaran, yaitu belajar mengilusikan kehidupan kita dalam bentuk gambar dan yang kedua melatih kita berbicara serta mengungkapkan makna dari suatu hal.
Setalah menggambarkan hidup kita, maka tersenyumlah. Berekspresilah sesuai keinginan kita. Karena, setelah kita menggambarkan hidup kita, maka kita akan menyadari betapa bla bla bla hidup kita. Bisa jadi menyenangkan, atau penyesalan atau apa pun itu, maka menjadi motivasi serta renungan untuk kita mengagendakan hidup kita kedepannya.

2.    2.   #AcehLuarBiasa

Sesi ini, The Leader menghadirkan inspirator muda Aceh, dan berdiskusi dengan peserta DM yang dikelompokkan beberapa grup dengan tema yang berbeda antara satu dan yang lainnya. Sesi kegiatan ini berlangsung di NA caffee, Lamprit, dengan inspirator muda dari bidang wirausaha yaitu Kak Anggi, Bang Feryza, dan Bang Zarial, kemudian dari bidang IT & Social Media ada Bang Antonio, Kak Citra dan Bang Farhan. Bidang kesehatan &LifeStyle ada Kak Fairuziana dan Bang Waru. Bidang Lingkungan ada Bang Putra dan Bang Tezar. Dan ada bidang Pendidikan dan Budaya, dengan inspiratornya Kak Husnul, Kak Maulidar, dan Bang Mulia. Kebetulan disesi ini saya masuk dalam kelompok Lingkungan, dan sesuai tema, kami lebih banyak sharing tentang kendala-kendala didaerah kami masing-masing, walaupun tidak mampu banyak melakukan, tapi berusaha berbuat walaupun hal kecil.

3.      3. Aku Menulis

Ini termasuk sesi yang saya tunggu-tunggu. Sesi ini diisi oleh Kak Ihan Nurdin, beliau adalah seorang jurnalis dan rela meluangkan waktunya untuk berbagi dengan kami.
Menulis adalah mengimajinasikan rasa. Sebenarnya begitu pentinya menulis, bahkan dalam Al-Quran Tuhan bersumpah dengan pena. Kalau kita berupaya melihat sisi menulisnya, maka sebenarnya betapa pentingnya menulis itu. Namun, mencari 1001 alasan untuk tidak menulis lebih gampang daripada mencari 1 alasan untuk menulis. Sadarkah kita ?.

Seseorang menulis itu ada beberapa alasan. 1. Karena hoby, 2. Self healing, 3. Materi dan 4.karena personalnya sendiri.
Perlu kita ingat, bahwa berbeda antara menulis dan dunia jurnalistik. Menulis itu bersifat person bebas, tak terikat oleh suatu hal. Namun, jurnalistik dibuat oleh wartawan dengan mengungkapkan informasi aktual dan faktual.

Nah, ini yang sebenarnya paling penting kita ketahui untuk kita yang memang gemar menulis. *menulislah sesuai minat *jangan terintimidasi dengan konten tulisan orang lain, kita punya khas tersendiri lho. *jangan menulis karena ingin sesuatu, dan yang terpenting adalah *membaca..membaca..dan membaca.. lebel penulis itu diberi oleh pembaca, bukan penulis sendiri. (saya bukan sosok yang ahli dalam bidang ini, hanya ingin berbagi, semuanya belajar J )

            Ada juga kak Nuril Anisa (ketua FLP), saya berani bilang kakak ini keren, selain dokter muda, beliau juga bia memanage sebuah forums menulis. Salut. Banyak yang menjadi catatan penting dari ucapan beliau. Salah satunya adalah “ Integritas itu barang mahal yang gak boleh dilanggar”. Sekilas bahasanya sich biasa saja, tapi maknanya itu sangat bergantung kepribadian kita. Sering kali kita menggap sepele dengan peraturan, padahal bagaimana kita menyikapi sebuah peraturan maka begitulah diri kita. Kak Nuril menceritakan beberapa tokoh dunia yang berkualitas dalam belajar. Saya paling ingat dengan Albert Einsten, dia bolos sekolah, tau gak dia perginya kemana ? ke perpustakaan.. bayangkan, dia bolos, tapi bolosnya berkualitas, bukan ? nah, gimana dengan kita. *jawab masing-masing aja.hehe.

“Orang Besar”, saya yakin kalian semua paham maksud orang besar disini. Orang besar itu bukan yang bertubuh besar, atau berkepala besar. Tapi, orang besar itu adalah seseorang yang nyambung kalau diajak bicara tentang apa saja. Artinya ia memiliki wawasan yang luas.
Kak Nuril juga kasih beberapa poin untuk siap menjadi “orang besar”, yaitu :
1.      Membaca
2.      Menulis
3.      Sensitif terhadap keliling atau lingkungan
4.      Merespon terhadap sesuatu
5.      Berfikir
6.      Belajar
7.      Dan Punya prinsip. Dalam keadaan seperti apa pun, baik gelap, terang, tapi orang besar itu selalu menjalani prinsipnya.
“bukan tentang diamana kamu bersekolah, tapi tentang bagaimana kamu bersekolah”
Hmm, sorry about it, saya tak detil dengan nama-nama tiap sesinya, hehe. Jadi saya berbagi secara global aja ya :D

Volunteer

       Volunteer atau relawan berarti merelakan ide, pikiran, waktu, uang, tenaga untuk kemaslahatan. Kalau sudah dikatakan merelakan, maka ikhlaslah kita menjalaninya. Lantas, apa manfaatnya ? uh, banyak sekali manfaatnya, diantaranya kita mendapatkan pengalaman, jangan sepele dengan pengalaman, karena pengalamanlah yang membawa kita pada kesuksesan dikemudian hari. Pengalaman kita hari ini menentukan kualitas kita dimasa depan. Kemudian kita akan mendapat banyak kenalan, link. Jaringan ini juga bermanfaat untuk kita. Karena tak bisa dipungkiri bahwa manusia tentunya berkomunikasi. Dan kenalan itu akan memperluas kawasan komunikasi kita. Selain itu, menjadi relawan juga menjadikan suatu kenikmatan dan kepuasan tersendiri. Gak percaya ? coba aja tes.hehe

       Nah, pernah gak perhatiin seseorang yang melayani orang lain ? gimana penilaian kamu terhadap itu ? sebenarnya kita ini adalah ketika kita sedang melayani orang lain. Bagaimana perlakuan kita terhadap orang lain, maka begitulah diri kita.
“hiduplah untuk memberi sebanyak-banyaknya bukan untuk menerima segala-galanya”

Success

       Individual Quality + Chance = Success
Itu rumus kesuksesan. Yang dimaksud dengan individual quality adalah kualitas pribadi kita, bagaimana kebiasaan kita, akhlak kita, pola pikir kita, perawatan tubuh kita, kebersihan kita, itulah kualitas kita.

       Hidup itu sederhana, tapi cobalah keluar dari zona aman, agar kita punya tantangan dan memiliki nikmatnya yang lebih dari pengalaman tersebut. GO OUT AND START CREATING

If you don’t like your job, QUIT ! saya suka kata-kata ini, artinya, kita akan melakukan hal yang memang mampu kita nikmati, dan kita enjoy mengerjakannya. J

Untuk The Leader, para Volunteer, dan seluruh panitia serta lembaga yang telah mengkontribusi untuk Dream Maker 2014, kami ucapkan trimakasih karena telah menjalankan ide luar biasa ini dengan sukses. Semoga kami mampu mengikuti langkah kakak-kakak dan abang-abang menjadi pemuda yang berguna untuk orang banyak. Amin..

Dream it, Make it Happen ! :D



















Rabu, 02 April 2014

TULISAN INI TAK PERLU DIBACA (Maret April Keruh)

tuan, saya tak tau memulai dari mana.. apa lagi bercerita sampai akhir..
tuan, ternyata saya lebih lemah dari yang saya kira.
saya tak peduli lagi lagi tulisan bagus, atau EYD tepat untuk sebuah tulisan.
yang jelas saya ingin menulis..
saya hanya ingin menulis apa yang membuat air mata ini mengalir tanpa alasan..
tuan, saya jenuh..
kegiatan Dream Maker dua hari yang lalu menjadi alasan saya tersenyum dengan semangat. tapi, setelah itu berakhir, saya kembali berada di dalam gua yang gelap..
sangatttt gelap.
saya butuh seseorang yang membawakan es krim untuk saya saat ini.
saya butuh sebuah tepukan lembut dipundak.
saya butuh sebuah candaan yang membuat saya tertawa lepas. selepas-lepasnya..

tuaaaaaaaaan.. saya lupa bagaimana tersenyum..apalagi tertawa
saya lupa bagaimana bersemangat..
saya kehilangan seseorang yang menjadi alasan saya untuk mengatakan GO GO GO

aduu.. apalagi yaaa....masih banyak..tapi saya tak tau mengungkapkannya..

emm, saya tak mau lagi kuliah. sepertinya saya tak lagi menikmatinya.. dan saya hanya akan melakukan sesuatu yang mampuu saya nikmati -___-"
emm, saya tak mau lagi memikirkan organisasi.. karna sudah cukup kecewa dengan keadaan dan kerja tim yang lowbath..
ide-ide saya hanya seperti pelangi setelah hujan. hanya sekejap dan setelah itu tak berjejak, yang awalnya dipandang banyak orang tetapi setelah itu semua orang melupakannya. (filosofi yang tidak masuk akal memang!)
ikatan persahabatan saya retak..dan saya memang tak pantas dimengerti. sedih yaa..
seleksi yang saya ikuti sebagiannya tidak berpihak pada saya.
akkhh,, kenapa saya harus menuliskan perasaan saya disinii ??
kalau dihapus,, emm. gak ah, yaudah biar aja.

wsedfghkohgfdszazxdcfghnjmkihyugtfrdsdtyuiopyugdfszxdfghjiopiuytrdsfghjiouytrdvfbgyhu

tadi saya ikut lomba scrable (saya gatau tulisannya), yang single saya gagal diawal. yang couple (dengan adik saya), masuk semifinal. dan finalnya belum diumumkan..

besok saya maju presentasi MK Struktur Aljabar dan saya belum ada persiapan, kumpul tugas yang belum selesai juga,..saya harus ke pasar untuk mengambil bed nama teman-teman, aaaaaaaaaaaaaa
:0

malam ini saya menyaknyikan lagu saya, berulang-ulang, sampai suara saya serak.. 

hmm, apa lagi ya ?? :/
saya mau tidur aja. bye. 
terimakasih blog, sudah mau menampung sesuatu dari saya.. hmm

@my castle

Senin, 24 Maret 2014

Seperti...

seperti kesetiaan sang lebah
seperti rendah hatinya sang padi

:D

Aku ingin menulis.. aku ingin menulis.. aku ingin menulis..




Aku ingin menulis.. aku ingin menulis.. aku ingin menulis..
Tapi semuanya hambar. Semua yang ingin aku tuangkan disini, buntu..
Kucari lagi ide-ide itu, tapi entah kemana..hilang..
Tak berjejak

Aku ingin menulis.. aku ingin menulis.. aku ingin menulis..
Tapi aku bingung dengan huruf-huruf yang bercetak disini.
Tak bermakna.
Atau mungkin aku yang lupa makna dari semuanya.

Aku ingin menulis.. aku ingin menulis.. aku ingin menulis..
Menulis semua perasaan.
Menulis semua apa yang ada didalam hati ini..
Aku ingin menuliskan semua rasa sakit-sakit yang ada yang membuat aku tak peka lagi terhadap apapun sekarang ini....

Aku ingin menulis.. aku ingin menulis.. aku ingin meulis..
Aku ingin kembalikan makna dari “sarah”..
Aku ingin katakan pada semua orang aku juga punya perasaan
Aku ingin semua orang tau, kalau aku sama seperti mereka.

Aku ingin menulis.. aku ingin menulis.. aku ingin menulis..
Aku sama seperti kalian semua, yang punya tanggung jawab, punya jadwal, punya target, punya cita-cita
Aku juga sama seperti kalian yang merasakan jenuh
Aku juga sama seperti kalian yang pusing dengan tugas-tugas
Aku juga sama seperti kalian yang punya cinta
Aku juga sama seperti kalian yang ada rasa cembutu
Aku juga sama seperti kalian yang ingin dimengerti
Aku juga punya tanggung jawab seperti kalian, dalam organisasi, dalam pertemanan, dalam persaudaraan, bahkan tanggung jawab untuk membahagiakan diri sendiri

Aku ingin menulis..aku ingin menulis, aku ingin menulis..
Aku ingin mengungkapkan apa pun yang tertahan disini..
Aku ingin, aku ingin, aku ingin, aku ingin..................................


Maret yang buram di tahu 2014-SZ

Selasa, 04 Februari 2014

Tuhan-ku

 
Tuhan itu Ada
Aku bukan sufi yang suci tanpa noda dihati
Aku bukan aulia tuhan yang mulia jua dimata manusia
Aku hanya pengembala cinta ilahi

Tuhan itu Esa
Satu yang kuat diatas yang paling kuat
Satu yang kuasa diatas penguasa terhebat
Satu substansi yang abadi

Tuhan itu Kekal
Keutuhan jiwaku tak ada yang menjamin
Menyatu denganMu kurasa sulit
Tapi iman mengikrarkan Tuhanku yang tak pernah binasa

Tuhanku.. Ya Rahman..
Dalam sujud kurebahkan  jiwa raga
Kutinggalkan kesibukan hati
Menyerah dengan kelemahan, tak bangkit tanpa air mata
Melepas beban dunia, pasrah dan hanyut dalam cintaMu

Tuhanku tanpa kekurangan
Cinta hakiki menjalar dari ubun-ubun hingga lahat kematian
Karena aku pengembala Cinta Ilahi

feb. 2014

Jumat, 03 Januari 2014

Alis dimata Osa




“khm, namaku Imanosa Zakia, panggil saja Osa. Aku pindahan dari SMA Unggul Suaka Mudi. Aku lebih suka menyendiri dan kurang senang dengan suasana yang ribut atau tidak tenang. Cukup ini saja tentangku.”
Suasana kelas mulai tak acuh, sepertinya mereka menyadari kejanggalan dari apa yang kuucap dengan lantang didepan kelas beberapa detik yang lalu. Dan guru itu -akh entah siapa nama beliau- menyuruhku mengambil tempat kosong dibangku paling belakang. Tapi aku memilih duduk di bangku kedua dari belakang, karena kebetulan hari itu kosong, dari pada aku harus duduk dengan laki-laki yang sok cool (kelihatan dari tampangnya).
***
Pasir-pasir halus di samping lapangan basket kubiarkan mengotori sepatuku, angin terus memainkan tiap helaian rambutku yang hitam dan sedikit ikal ini. Tapi aku nyaman, nyaman karna tak seorangpun yang menghampiriku. Aku duduk menyilang di pinggiran lapangan basket sesekali mendengar suara pantulan basket mendekatiku. Tapi tak peduli, ya bagaimana aku bisa peduli, sedari awal kuambil posisi dudukku, mataku terus terpejam tanpa melihat bola basket yang menari-nari di depanku. Sesekali aku mendengar jeritan dengan suara nge-bas (pastinya suara laki-laki) yang memakiku. mungkin karena aku tak peduli bola hampir menyambar wajahku, atau mungkin karena aku tak menghiraukan suara mereka yang memerintahkan tanganku harus menyentuh bola yang lari dari arena dan kembalikan pada mereka. Akh. Terserah. Aku masih duduk dengan mata terpejam dan tenggelam dengan imajinasiku.
***
 Ini hari kedua ku memasuki kelas ini. Hmm, ditempat dudukku kemarin ada dua tas. Tanpa peduli apa-apa, kupindahkan tas yang satunya ke bangku belakang, dan kuganti dengan tas ku. Beberapa penghuni kelas melihat sinis kearahku, dan aku tahu, sebagiannya lagi bahkan tak peduli. Kulirik bangku belakangku untuk memastikan keberadaan tas yang kucampakkan begitu saja, eh, malah si sok cool yang nongol. Matanya tajam kearahku, dan aku tak suka. Kutunjukkan dua jariku yang seolah-olah akan meluncur ke matanya, hanya sebagai peringatan untuk matanya yang membuatku semakin membenci gayanya itu.
Kukeluarkan buku bersampul coklat dengan gambar-gambar robot di covernya. Kubuka pada lembaran berwarna merah. Dan kutambahkan ”177. Si Sok Cool”. Yeah, dia adalah makhluk muka bumi ini yang membuat aku membencinya, dan dia tepat pada urutan ke seratus tujuh puluh tujuh. Sedikit kuberi lambang dengan emot hidung pinokio (karena hidungnya yang mancung), hanya sebagai tanda.
“tas Ela kok di belakang sih..?? Mia, knp gak bilang sih ma dia kalo disini  aku yang duduk..” hmm, si Ela yang sebenarnya duduk di bangku ini. Aku langsung menyimpulkan dia juga menyebalkan. Tapi masih pada posisi rendah, dan aku tetap tidak peduli. Entah dimana dia duduk setelah beberapa percakapan panjang antara dia dan beberapa penghuni kelas lainnya.
Pelajaran berlangsung dengan sedikit membosankan. Dan aku menghabiskan waktu dengan menggambar. Spontan aku menendang kursi didepanku dari bawah kolong. Bagaimana tidak, guru Bahasa Indonesia itu tidak mengatur intonasinya dengan baik, sehingga sesekali nada ‘do’-nya mengejutkanku yang sedang serius mengamati gambar di dalam ruang imajinasiku, sungguh menyebalkan !, dan lagi-lagi aku tak peduli si pemilik bangku didepanku mencibiriku dengan bibirnya yang merah menor seperti habis makan sekarung cabai. Selesai si guru berpidato didepan, selesai pula doodle-ku. Yeah kutulis tanggal hari ini di sudut kanannya. Dan tak lupa, ‘Os-a’ sebagai inisial milikku.
***
Tepat sebulan aku menjalani hari-hari di rumah baru dan sekolah baru. Tak satupun ada yang mendekatiku. Hanya saja teman-teman sekelas yang sesekali mengajakku berbicara seperlunya. Dan aku hanya akan merespon pada beberapa teman yang kuanggap tidak memiliki kelainan seperti kebanyakan makhluk penghuni kelasku, seperti si sok cool, Ela si pemakan cabai, Ami si Amoeba (Ami model basi-bodynya memang layaknya model, tapi mengenaskan bagiku untuk mengakui lenggak lenggok yang tak menentu begituan-), dan masih banyak lagi.
            Kurebahkan tubuhku yang lelah setelah menghabiskan waktu berjam-jam bermain game. Mataku memandang lurus pada ukiran di sepanjang pinggiran plafon kamarku. Ukiran yang kudesain sendiri. Kuperhatikan ukiran demi ukiran, dan kututup mataku, begitu indah alam imajinasiku. Aku mampu melukis diatas bintang, ukiran itu sekarang diatas bintang. Begitu menyanangkan bagiku hidup dengan alamku sendiri. Sampai aku terlelap.
***
Sudah dua tahun aku tercatat sebagai alumni SMA Sakti Jakarta. Dan sudah dua tahun juga terdaftar sebagai staf di salah satu perusahaan Art Indonesia. aku masih Osa yang dulu. Yang hanya mampu bekerja sendiri dan tak bisa melewati suasana yang tidak tenang. Aku masih Osa yang hampir setiap saat masuk dalam ruang angkasa milikku, dan menggambarkannya dengan seni doodle. aku masih Osa yang tak peduli siapapun dan apa pun, yang menuliskan daftar orang-orang memuakkan pada buku bersampul coklat dan bergambar robot-robot pada covernya. Aku masih Osa yang bergerak spontan dan semauku. Dan aku Osa yang tidak pernah punya cinta. Kalimat terakhir ini membuat bulu kudukku berdiri. “apakah aku termasuk makhluk yang perlu dikasihani karena tidak memiliki cinta ?”. pertanyaan itu membaluti ubun-ubunku, yang membuatku merasa kekurangan. “Oh..tidaak..! aku Osa yang tidak peduli apapun, sekalipun itu ‘cinta’!” aku berusaha tidak men-judge keburukan atas diriku sendiri. Miris!.
***
Seperti biasa, buru-buru ke kantor itu udah menjadi bagian dari kebiasaanku. Sebelum berangkat kerja kulirik pada kalender meja kerjaku, “ha ??. Sore ini reunian.” Sekilas terencana untuk tidak ikut hadir. Lagian tidak ada yang spesial bagiku. Mereka semua sama saja.
Tiba dikantor aku dihadirkan dengan setumpuk pekerjaan. Seorang staf-Bayu namanya, dan dia masuk dalam urutan ke dua ratus sekian daftar orang yang kubenci-, mengintip kedalam bilik kerjaku, seraya berkata “Deadline-nya hari ini sa. Jangan bad mood ya.” Lontaran katanya memang sedikit menyebalkan, apa lagi diiringi cekikikan yang panjang. Tapi aku belagak seperti tidak mendengar celotehan apa-apa. Kumatikan handphone genggamku agar tak ada yang mengganggu jam kerjaku. Eh, tapi lagi-lagi, Bayu si rekan yang menjengkelkan itu mengintip kebilikku untuk yang kedua kalinya.
“Sa, kok serius amat ? santay aja lagi. Si bos pasti takut sama tampangmu yang jutek abis itu, bisa-bisa deadline untuk kamu diperpanjang tuh.hehe”
Keningku sempat berkerut mendengar siulan si Bayu yang sama sekali tak berirama itu.
“eh Sa, kenapa sih kamu kayak bunga pemakan serangga. Haha.”
Mendengar kata-kata itu aku memutar kursi dan mengarahkan pupil mataku tepat pada matanya, rasanya aku ingin menelannya hidup-hidup.
“eits, eits.. Sa, jangan marah dong. Aku tadi Cuma nanyak kamu kok serius amat. Aku Cuma mau ngajak kamu bercanda doang kok..suer. hehe.” Sepertinya dia ingin mendinginkan suasana yang baru saja membakar telingaku.
“kalau mau panggil namaku, OSA, bukan sa..sa..paham ?! dan tugas ini deadline hari ini, jadi aku harus selesaikan hari ini juga.(...) satu lagi, jangan berbicara padaku hari ini kalau gak mau kita ribut!.” Mungkin dia heran aku akan berpidato sedikit panjang untuknya. Dan mungkin juga ini perdana aku menjabarkan kata demi kata sepanjang itu selama berada dikantor ini. Kembali kuputar kursi dan melanjutkan tugasku. Entah bagaimana wajah si Bayu, dan yang penting dia tak lagi bersiul-siul tanpa irama.
***
“huaaaaa, akhirnya selesai. Tepat pukul enam.” Kuhidupkan kembali handphoneku. Dan bergegas merapikan seluruh kertas-kertas yang memenuhi meja kerjaku. Aku hanya tinggal menyerahkan berkas-berkas kerjaanku dan pulang. Melelahkan pekikku dalam hati.
Ada  12 pesan masuk di hp-ku. Semuanya pesan dari teman-teman SMAku. Dan kesemuanya menanyakan keberadaanku yang belum nongol dalam acra reunian. Aku bahkan nyaris lupa dengan reunian itu. Kututup mata dan membiarkan pikiranku tenang, tapi aku tetap saja bingung antara hadir atau tidak. Lagian, aku tidak tau rumah temanku yang mengadakan acara reunian itu, jangankan rumah, bahkan namanya saja aku tak tau. Tapi teman-temanku mengapa begitu antusias menunggu kehadiranku. Aku heran, kenapa aku jadi merasa bimbang dan berat untuk meninggalkan acara itu.
“Osa, kamu cemas banget, kenapa ? buru-buru pulang ya ? yaudah sini tugasmu biar aku kasih ke si bos, sekalian. Mau gak ?” Bayu melanggar aturan yang kubuat tadi pagi, dia berbicara lagi padaku. Hmm, tapi sepertinya aku membutuhkan keberadaannya saat ini.
“hmm, ini.” Sambil menyerahkan kertas-kertas kerjaan milikku padanya. “thanks Bay. Aku duluan.”sambil meninggalkan senyum tipis untuknya. Entah mengapa sebegitu ramahnya diriku. Tapi aku merasakan kepuasan tersendiri setelah merenggangkan otot pipiku untuk tersenyum, walaupun hanya sedikit. Oh Tuhan, trimakasih atas keajaiban ini.
***
“tolong kirim alamat tempat kita reuni. Maaf aku telat.” Itulah pesan singkat yang aku kirim ke salah satu nomor yang menanyakan keberadaanku tadi.
“kamu dimana ? biar aku jemput”
Akh, balasannya begitu bertele-tele, apa dia tidak tau aku begitu malas dengan sesuatu yang ribet.
“aku punya motor sendiri!. Kirim alamatnya saja.” Inilah pesanku yang terakhir, kalau terus begini aku lebih baik tidak hadir, begitu cakapku dalam hati. Tapi, nomor itu malah....
“halo”
“Osa, ini aku Alis. kamu dikantor kan ? aku di parkir kantormu”
Hey, si pria sok cool tenyata yang mengirim pesan bertele-tele. “ngapain kamu disini?”
“ikut aku”. Tapi suara itu bukan dari handphoneku. Ah, ternyata dia dibelakangku.
Aku diperlakukan tidak seperti ketika SMA, dia berbicara padaku. Seingatku kami tidak pernah berbicara berdua seperti ini. Aku bahkan terheran, aku yang lupa ingatan, atau malah dia yang mulai tak waras.
“kalau kecepatan kamu Cuma dua puluh, kamu akan kehilangan jejakku. Ingat itu ya wanita jutek.” what ?! you think I am a slow girl hah ?! aku hanya menjawab,
“iya.”
***
“baby...you are so sexy, so beautiful now.” Si genit Meicha menyambut kedatanganku dengan pelukan. Aku merasa begitu risih, apa lagi harus menghirup parfumnya yang terlalu mencolok. Terlebih lagi rambutnya yang membuat hidungku gatal.
“Osa, kamu tau gak, aku gak jumpa lagi deh sama manusia super aneh kayak kamu semenjak kita berstatus jadi alumni” kalimat itu diiringi tawa-tawa centil teman-temanku, aku hanya tersenyum sebisaku. Aku begitu yakin, mereka hanya merindukan sosok Osa yang aneh dimata mereka, tapi mereka pasti lupa telah menciptakan suasana tidak tenang, dan aku tidak suka itu. Aku bangkit meninggalkan kerumunan teman-temanku. Aku lapar, dan rasanya aku hanya ingin makan saja disini dan kemudian pulang.
“boleh aku duduk disini ?” suara yang mulai tak asing itu lagi-lagi terdengar, Alis.
“Ini bukan kursiku. Tanya saja pada pemilik rumah” Jawabku.
“Rahel pasti mengizinkannya, dia kan kekasihku”. Kulirik pada wajahnya, dan ternyata Alis si sok cool ini memberiku sebuah senyum kecut. Membuatku tersedak. Sepertinya nasi ditenggorokanku akan melompat keluar.
“nih, minum.” Ia menyodorkan minumanku. Akh, aku ingin ke bintang, dan meninggalkan muka bumi ini.
“sudah, aku hanya ingin berbicara sebentar saja. Sudah lama aku menunggu saat-saat begini. Aku dan kamu bisa duduk berdua, dan keadaan tidak mencekik kedua leher kita. Haha.. Osa, Osa. Imanosa Zakia.” Ia tersenyum lagi kearahku. Entah apa maksudnya, aku tak mengerti. Tapi aku memilih diam dan tak lagi menelan sebiji nasipun. Aku mendadak kenyang mendengar kalimat itu. Tapi aku tetap seperti tidak memperdulikannya.
“Imanosa Zakia, cewek jutek, keras, menyebalkan, tapi terkadang lebih cerdas dari Einsten, pernah membuatku insomnia. Haha”
Kalimatnya membuat aliran darahku berhenti, rasanya aku ingin mengganti mesin jantungku agar tidak mendadak rusak saat ini.
“haha. Membuatku insomnia dua tahun yang lalu.” Sambungnya. Kembali aku melihat senyum dibibirnya. Dan sepertinya mata Alis memergoki keteganganku.
“hmm, jadi ? kamu mau apa ?!” jawabanku memang ketus, tapi sebenarnya es es dalam jiwa ragaku saat ini telah mencair. Tuhan, bukalah pintu imajinasiku. Bawalah aku ke angkasa. Alis telah membuatku gila saat ini.
“ini, aku kembalikan.” Pria disebelahku ini memberi sebuah amplop pink berbunga dan ada lambang-lambang asmara, entah apa artinya aku tak paham.
“buka dirumah saja ya, itu surat dan pernyataan cinta yang aku siapkan saat perpisahan kita. Tapi aku kehilangan kamu saat itu, dan aku yakin kamu pasti sudah pulang. Lama aku merasa kehilangan kamu Sa, sampai pada akhirnya aku lelah menjadi diriku yang aneh seperti yang kamu kenal saat itu. Aku belajar membuka diri. Dan  walaupun kamu tersimpan dihati, aku mencoba menerima pernyataan cinta dari Rahel. Itupun baru sekitar enam bulan. Semoga kamu juga mau membuka diri untuk seseorang. Dan aku hanya akan merestui jika kamu menerima orang tersebut dengan ‘cinta’.” Hatiku bergetar mendengar kata-kata itu. Yeah, ‘cinta’. Tapi tetap saja aku mengunci rapat bibirku. Aku bahkan seolah bisu.
“iya. Hmm, Sudah gelap. Aku harus pulang. Trimakasih untuk kejujuran dan juga jemputanmu tadi.” Aku melihat kesenduan di mata Alis. aku tak menyangka semuanya mengalir begitu saja. Hanya sesaat. Seperti mimpi. Aku seperti sedang memainkan skenario di alam bawah sadarku.
“trimakasih. Aku merasa kalian bagian dari pengalamanku sepanjang hidup” itulah kata-kata yang kuucapkan pada teman-temanku sebelum beranjak meninggalkan halaman rumah Rahel.
***
Kamu benar-benar perempuan langka.
Beraninya  mencuri perhatianku.
Beraninya mengambil rasa cintaku.
Kamu.. Imanosa Zakia, perempuan yang membuat aku tau apa makna kata ‘cinta’.
Aku mencintaimu.

*maaf aku telah lama menyimpan gambar doodle yang kamu buat. Saat itu gambarmu jatuh dibawah kursimu, dan aku menyimpannya. Gambar itu begitu bersejarah Sa, sekian lama  ia terpajang didinding kamarku. Kalau kamu memberikan gambar itu untukku, itu pertanda kamu mau terus menjadi pencuri hatiku. Dan jika kamu mengambil gambar itu kembali, aku juga rela untuk memendam rasa ini tanpa tanda apa pun.

Alis Zora

Aku merasakan ada air yang mengalir deras di pipiku. Aku bahkan terisak. Ya, aku menangis. Aku menangis !. Alis juga memberiku kartu member basket club miliknya. Dan yang anehnya Alis Zora, member nomor seratus tujuh puluh tujuh. Sama seperti urutannya sebagai orang yang menjengkelkan bagiku. Apa dia tau itu urutan namanya di buku coklatku ? atau hanya sebuah kebetulan ? akh, kepalaku semakin sakit. Rasanya aku ingin mati sekarang. I hate it !.
***
Ini hari ketiga aku membiarkan mataku bengkak. Dan aku bertekad untuk meninggalkan hari burukku. Aku harus mulai membuka diri dan ‘hati’. Aku harus membangun ‘cinta’ dari hati, tapi entah pada siapa. Semoga Tuhan mengirim sosok yang spesial untukku.


by: S.Zet